Pengelolaan Limbah B3

Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah  kegiatan yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan

(PP No.101 Tahun 2014). Ketika proses penanganan yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dapat menimbulkan  bahaya bagi keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.

Pemerintah Republik Indonesia dalam hal pengelolaan limbah B3, telah menetapkan tata cara penanganan terhadap limbah B3 mulai dari penghasil, pengangkutan dan pengelolaan limbah B3. Dengan tujuan proses pengelolaan yang dilakukan dapat mencegah dan menanggulangi pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah B3 serta melakukan pemulihan kualitas lingkungan yang sudah tercemar sehingga sesuai dengan fungsinya kembali.

Dari hal ini jelas bahwa setiap kegiatan/usaha yang berhubungan dengan B3, baik penghasil, pengumpul, pengangkut, pemanfaat, pengolah dan penimbun B3, harus memperhatikan aspek lingkungan dan menjaga kualitas lingkungan tetap pada kondisi semula. Dan apabila terjadi pencemaran akibat tertumpah, tercecer dan rembesan limbah B3, harus dilakukan upaya optimal agar kualitas lingkungan kembali kepada fungsi semula.

Berdasarkan sumbernya limbah B3 dikelompokan menjadi:

  • Limbah B3 tidak spesifik
  • Limbah B3 spesifik
  • Limbah B3 Kadarluarsa, umpah, tidak memenuhi spesifikasi,  dan bekas kemasan.

Lebih detail mengenai pengelompokan B3 dapat dilihat didalam lampiran 1 dari PP No.101 Tahun 2014.

Penyimpanan B3

Setiap penghasil limbah B3 yang melakukan penyimpanan wajib untuk memiliki izin pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan  penyimpana limbah, dimana izin ini akan dikeluarkan oleh  Bupati atau Walikota, dimana tempat penyimpanan berlokasi. Pemerintah telah menetapkan standar minimum  fasilitas tempat penyimpanan limbah B3 yang diantaranya terdiri dari:

  • Bagunan
  • Tangki dan/atau kontainer
  • Silo
  • Penumpukan limbah (waste pile)
  • Waste impoundment
  • Bentul lainnya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

Pengemasan Limbah B3

Pengemasan limbah B3 dilakukan dengan menggunakan kemasan yang terbuat dari bahan yang dapat mengemas Limbah B3 sesuai dengan karakteristik Limbah B3 yang akan disimpan, mampu mengungkung Limbah B3 untuk tetap berada dalam kemasan, memiliki penutup yang kuat untuk mencegah terjadinya tumpahan saat dilakukan penyimpanan, pemindahan atau pengangkutan dan berada dalam kondisi baik, tidak bocor, tidak berkarat, atau tidak rusak.

Kemasan limbah B3 wajib dilengkapi dengan Label dan Simbol Limbah B3 sesuai karakteristik limbah B3 yang bersesuaian. Label seharusnya memuat informasi seperti nama Limbah B3, identitas Penghasil Limbah B3, tanggal dihasilkannya Limbah B3,dan tanggal Pengemasan Limbah B3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *