Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko

Identifikasi bahaya dan penilaian resiko (IBPR) atau yang lebih dikenal luas dengan istilah Hazard Identification and Risk Asssessment Determine Control (HIRADC), adalah langkah awal didalam pengembangan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja baik yang berbasis pada OHSAS 18001:2007 maupun SMK3 Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012. langkah terpenting didalam melakukan penilaian resiko adalah terletak bagaiman kita dapat mengenai bahaya potensial yang berada disekeliling tempat kerja.  Sehingga pengamata terhada kondisi disekeliling anda dan memikirkan semua bahaya yang ada sebagai langkah awal yang baik dalam melakukan penilaian bahaya resiko.

Beberapa sumber informasi yang dapat Anda manfaatkan dalam melakukan identifikasi bahaya antara lain:

  • Memperhatikan informasi yang terdapat didalam buku manual untuk peralatan atau data sheet untuk kimia, jika kita mempergunakan bahan kimia.
  • Pergunakan data kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pernah terjadi.
  • Perhatikan aktivitas yang bersifat tidak rutin, karena aktivitas semacam ini biasanya memiliki potensi bahaya yang lebih tinggi.
  • Perhatikan dampak jangka panjang yang dapat terjadi atau menimpulkan bahaya terhadap kesehatan.

Setelah identifikasi bahaya potensial telah selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menilai potensi resiko yang mungkin terjadi, didalam pennilaian resiko ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan. Umumnya parameter yang diperhatikan adalah  tingkat keparahan (severity) dan peluang kejadian (likelihood), serta dapat memasukan frekuensi (fequency).

Prinsip dari penilaian resiko adalah melakukan evaluasi terhadap  resiko yang mungkin terjadi, serta menentukan bagaimana bahaya tersebut  dapat membahayakan orang lain  dan seberapa serius bahaya tersebut jika terjadi. Setelah kita dapat menilai tingkat keseriusan yang mungkin terjadi daru suatu bahay, maka perlu dilakukan pengendalian terhadap potensi resiko tersebut sampai dengan pada tingkat yang dapat diterima (acceptabel) sesuai dengan kemampuan suatu organisasi dalam menanggung resiko. Beberapa bentuk pengendalian terhadap resiko, diantaranya sebagai berikut:

  • Eliminasi, kadang-kadan berapa sumber bahaya pada peralatan, material dan praktek kerja dapat dihindari secara keseluruhan.
  • Substitusi, melakukan penggantian suatu material dengan material yang lebih ramah terhadap lingkungan  dan lebih aman dari aspek keselamatan kerja
  • Rekayasa atau engineering bentuknya bisa Isolasi, memisahkan sumber bahaya dari orang-orang yang akan berinteraksi dengan sumber bahaya tersebut., Safeguard, dapat dilakukan dengan melakukan modifikasi pada peralatan dan mesin, serta rekayasa pada hal lainnya.
  • Administrative, pengelolaan resiko memberikan informasi atau peringatan kepada orang yang akan mendekt terhadap sumber bahaya, atau dapat juga dengan menentuken persyaratan kompetensi dan kondisi fisik dari seseorang sesuai dengan bahaya potensial yang ada.
  • Alat Pelindung Diri, merupakan bentuk pengendalian yang paling populer dan sering dijadikan pilihan utama dalam melakukan pengendalian resiko. Meskipun sebetulnya APD adalah bentuk pengendalian paling rendah tingkat efektifitasnya.

Permasalahan yang sering dihadapi dalam identifikasi bahaya dan penilaia resiko adalah menentukan matrik resiko dan mekanisme pelaksanaannya. Sehingga jika dilihat dalam persyarata OHSAS 18001:2007 pada klausl 4.3.1 dan SMK3 PP Nomor 50 Tahun 2012 pada elemen 2, memerlukan ada mekanisme yang mengatur cara untuk mengidentifikasi, dan menilai suatu bahaya potensial. Sehingga, dapat disimpulkan apakah resiko yang ditimbulkan dan batasan yang dapat diterima atau tidak. Terlampir ada contoh prosedur identifikasi bahaya dan penilaian resiko sederhana yang dapat membantu Anda.

 Contoh-SOP-Identifikasi-dan-Penilaian-Resiko.pdf

Referensi
http://www.education.vic.gov.au/school/students/beyond/Pages/hazidentify.aspx
http://www.hse.gov.uk/risk/identify-the-hazards.htm

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *